Taksi Mulai Pakai Mobil Listrik dan Geliat Produksinya Semakin Pasti

Produksi mobil listrik mulai memasuki babak baru, dimana produsen mobil telah menyadari bagaimana pentingnya merencanakan penggunaan mobil listrik ini di masa depan. Sebenarnya, sejak lama disadari jika mobil listrik ini merupakan alternative terbaik dari penggunaan kendaraan yang banyak membuang emisi sehingga dapat mencemari udara dan lingkungan.

Namun berat bagi para produsen mobil untuk memproduksi secara massal mobil listrik mereka, mengingat insfratuktur pendukung masih sangat minim. Misalnya saja tempat pengisian batrai, bahkan untuk di negara kita sendiripun belum tersedia. Tapi, di tahun 2019 ini Suzuki, Honda serta Nissan dan produsen mobil lainnya telah mencoba melangkah ke arah era mobil listrik.

 

Nissan Siap Kerjasama dengan Bluebird untuk Memasok Mobil Listrik

PT Nissan Motor Indonesia akan membawa mobil listrik mereka yaitu Nissan Leaf ke Tanah Air. Tapi, mobil listrik itu belum akan dipasarkan secara massal, ini hanya untuk sebuah proyek percontohan. Hal itu diungkapkan oleh Isao Sekiguchi selaku Presiden Direktur NMI, dia menjelaskan, kehadiran Leaf di Tanah Air akan sama seperti Note e-Power, yang hadir pada 2017.

Dia pun menjelaskan pada hari Rabu 29 Mei 2019 di Jakarta, bahwa tahap pertama ini merupakan pengenalan Nissan Leaf terlebih dahulu, bukan tentang volume penjualan, lebih seperti pilot project. Isao pun mengatakan, strategi produsen asal China dapat dicontoh, bagaimana mereka memasarkan kendaraan bebas emisi di Tanah Air, dimana mobil listrik telah dijadikan sebagai armada taksi.

Pihak Nissan melihat, bagaimana BYD serta Tesla berkerja sama dengan Bluebird. Walaupun, belum ada program yang jelas untuk mobil listrik dari pemerintah. Cepat ataupun lambat, Nissan pun merasa harus membawanya. Barangkali, fase pertama ialah bagaimana mengujinya di pasaran, begitupun bagaimana bisa bekerja sama dengan pemerintah.

Sebagai informasi tambahan, Nissan Leaf didukung oleh motor listrik EM57, yang bisa menghasilkan tenaga 150 daya kuda serta torsi 320 Newton meter. Mobil dapat dipakai menjelajah sampai jarak 400 KM dalam kondisi baterai terisi penuh. Dengan kemampuan seperti itu, dimungkinkan mobil dapat beroperasi walaupun infrastuktur masih minim.

 

Geliat Produksi Mobil Listrik yang Semakin Pasti

Diprediksi perkembangan mobil listrik akan terus meningkat hingga 20 tahun sesudah diperkenalkan saat pertama kali secara masif yaitu hingga 2040 mendatang. Perkiraannya pada saat itu, akan ada lebih dari setengah penjualan mobil penumpang di seluruh dunia merupakan kendaraan listrik yang merupakan alternatif kendaraan bebas emsisi.

Hal tersebut didasari oleh beberapa sebab antara lain mulai dari model yang ditawarkan semakin menarik dan juga harga untuk mobil listrik. Ya, dengan cepat dan pesatnya perkembangan teknologi serta produk itu mobil listrik sendiri, harga mobil akan semakin kompetitif bahkan barangkali akan lebih rendah dibanding mobil konvensional umumnya.

Head of advanced transport for BNEF (Bloomberg New Energy Finance) yaitu Colin McKerracher mengungkapkan bahwa mereka melihat kemungkinan nyata penjualan kendaraan penumpang konvensional secara global telah melewati batasnya. Selama 20 tahun mendatang terhitung sejak 2020, kendaraan listrik mulai meningkat penjualannya sampai menjadi 56 juta unit dari sebelumnya hanya 2 juta unit.

Selama periode itu juga, mobil konvensional semakin mengalami penurunan penjualan dari 85 juta unit menjadi hanya 42 juta unit dari seluruh dunia. Nah, itulah sedikit informasi tentang geliat produksi mobil listrik yang semakin pasti langkahnya. Yang jelas, sekarang produsen mobil telah memulai langkah baru mereka menuju era mobil listrik di masa depan. Terimakasih Anda telah membaca berita ini dan semoga bermanfaat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *