Sektor Otomotif Jadi Andalan untuk Wujudkan Industri 4.0

Menteri perindustrian (Menperin), Airlangga Hartanto mengatakan industri otomotif nasional saat ini menjadi sector yang paling diandalkan dalam roadmap Making Indonesia 4.0. Pada tahun 2030 dia menargetkan Indonesia tercinta ini akan menjadi dasar produksi kendaraan bermotor Dia membuat target pada tahun 2030, Indonesia akan menjadi basis produksi kendaraan bermotor Electrified Vehicle ataupun Internal Combustion Engie (ICE) dalam pasar domestic ataupun ekspor.

Kamis, 25 April 2019, dalam pembukaan IIMS 2019, di Jiexpo Kemayoran Jakarta, Airlangga mengatakan bahwa kemampuan industri akan mampu meningkat tentunya dengan dukungan dari kemampuan industri dalam negeri dalam prose membuat bahan baku dan komponen utama serta optimalisasi produktivitas yang berlangsung sepanjang rantai nilai industri tersebut.

Dalam ungkapannya dia menjelaskan bahwa dalam setiap roadmap pengembangan industry kendaraan bermotor, tahun 2025 pemerintah memasang target sebanyak 30% dari total produksi kendaraan bermotor yang sudah dilengkapi dengan teknologi ramah lingkungan. Sesuai dengan nama tersebut, roadmap, Menperin mengatakan bahwa pemerintah juga telah mempersiapkan program pengembangan kendaraan dengan emisi karbon rendah.

Program pengembangan kendaraan dengan emisi karbon yang rendah tersebut diberi nama dengan Low Carbon Emissio Vehicle (LCEV). Program LCEV ini terdiri atas 3 sub program, yakni Kendaraan Hemat Energi Harga Terjangkau (LCGC), Flexy Engine dan Electrified Vehicle. Program tersebut merupakan sebuah upaya yang baik untuk Indonesia.

 

IIMS Menargetkan Transaksi Rp 4 Triliun

Dia mengungkapkan, kinerja industri otomotif di Indonesia saat ini sudah cukup membuat gembira. Pada tahun 2018, industri tersebut menunjukkan pencapaian yang cukup positif. Pencapaian yang positif ini diantaranya produksi kendaraan roda 4 atau lebih  yang mencapai 1,34 juta unit yang setara dengan USD 13,76 miliar pada tahun 2018.

Pencapaian tersebut disertai dengan ekspor sebesar 346 ribu unit atau setara dengan USD 4,78 miliar pada tahun yang sama. Dalam kesempatan yang sama, Komisaris Utama PT Dyandra Media International, yakni Lilik Utama mengatakan bahwa, gelaran IIMS 2019 telah membuat target kunjungan sebanyak 500 ribu kunjungan.

Dia mengatakn dengan optimis bahwa akan ada lebih dari 500 ribu kunjungan dengan total transaksi Rp 4 triliun. Dia pun mengungkapkan, pameran yang berlangsung selama 10 hari berturut-turut ini diikuti oleh 36 merek kendaraan beroda dua maupun beroda 4. Hal ini didukung oleh perusahaan lokal maupun internasional.

 

Diskon Pajak 200 Persen Bagi Industri akan Segera Rilis

Menteri Perindustrian Airlangga Hartato menegaskan bahwa payung hukum juga mengenal aturan pengurangan pajak bahkan hingga 200% (super deductible tax) yang akan terbit pada semester 1 ini. Insentif pajak tersebut diberikan bagi industri yang menyelenggarakan sebuah program vokasi.  Saat ditemui di Cikarang, Jawa Barat Airlanga angkat bicara perihal ini.

Ia mengatakan bahwa Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) sebagai peraturan pelaksanaan yang insentif tersebut ditargetkan akan terbit pada semester ini. Insentif tersebut merupakan ditujukan sebagai daya tarik bagi industry yang akan berperan aktif bagi perusahaan terkait pengembangan pendidikan vokasi, seperti superdeduction tax yang merupakan pengurangan penghasilan bruto mencapai 200% dari total pengeluaran perusahaan.

Demikianlah seputar berita otomotif terbaru yang dapat kami berikan. Perbaharuilah setiap hari berita Anda agar Anda tidak ketinggalan berita penting apapun yang berkaitan dengan otomotif. Apalagi jika diperhatikan dengan teliti sekarang industri otomotif Tanah Air tengah berusaha untuk naik. Oleh karena itu, Anda harus tetap up to date mengenai berita otomotif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *