Jangan Sampai Lupa! Inilah Risiko Telat Mengganti Oli Kendaraan

Ketika mengisi oli, ada baiknya jika Anda mengetahui berapa banyak oli yang Anda gunakan. Anda dapat mengetahuinya dengan melihat buku petunjuk atau menggunakan alat khusus untuk mengukur kebutuhan oli. Jika pemberian oli kurang, maka beberapa bagian dari kendaraan yang harus terkena pelumasan tidak akan terkena pelumasan.

Ketika komponen yang seharusnya terkena pelumasan namun justru malah tidak terkena pelumasan, maka hal itu dapat menyebabkan komponen kendaraan seperti silinder dan camshafts tergores dan mesin pun tak bisa berjalan dengan baik sebagaimana seharusnya. Namun, apa jadinya jika oli yang diberikan pada kendaraan terlalu banyak?

Perlu Anda ketahui bahwa cairan oli bisa menyebabkan mesin berjalan terlalu panas dan bisa menyebabkan munculnya gelembung udara. Cairan yang terlalu banyak bisa menyebabkan berkurangnya volume udara pada mesin hingga berakhir dengan fenomena stirring oil. Kendaraan tidak akan berjalan dengan maksimal, karena mesin menjadi mudah panas. Selain itu, pelumas juga memiliki sifat mengeras.

Maka dari itu, di pagi hari dengan cuaca yang sangat dingin kendaraan akan menjadi sulit untuk dinyalakan. Sebab itu, pemilik kendaraan harus bisa memutuskan berapa banyak oli yang harus diberikan pada kendaraan agar sesuai dengan kebutuhan. Biasanya dalam buku manual kendaraan sudah tertulis jelas berapa banyak oli yang dibutuhkan oleh kendaraan tersebut.

 

Risiko yang Harus Ditanggung Saat Lupa Ganti Oli

Salah satu kewajiban yang harus ditunaikan oleh pemilik kendaraan ialah mengganti oli mesin dengan teratur berdasarkan dengan jarak tempuh atau seberapa keras mesin itu bekerja dengan jangka waktu tertentu. Jika sang pemilik kendaraan lupa mengganti oli, dapat menyebabkan kerusakan pada mesin. Berikut ini risiko yang dapat terjadi saat telat ganti oli kendaraan.

  1. Overheating

Overheating merupakan suatu keadaan dimana suhu dari mesin mobil mengalami kenaikan hingga menjadi sangat panas. Ketika oli kendaraan tidak diganti, fungsi utama dari oli sebagai pendingin mesin tidak akan bisa bekerja dengan maksimal. Akibatnya, mesin mobil bisa justru bisa menjadi sangat panas atau disebut overheat.

  1. Menurunnya kualitas mesin

Oli yang tidak diganti dengan tepat waktu dapat berisiko memberikan efek pada kinerja mesin kendaraan karena salah satu fungsinya ialah membantu kinerja mesin agar berjalan dengan maksimal. Oli yang tidak diganti warnanya akan semakin hitam dan kental, hal ini akan menyebabkan fungsinya sebagai pelumas menurun.

 

Efek Lainnya dari Tidak Ganti Oli

Selain efek yang telah dipaparkan di atas, ternyata ada efek lainnya yang dapat disebabkan oleh terlambatnya atau bahkan tidak digantinya oli pada kendaraan. Hal ini menunjukan sebegitu pentingnya oli bagi kendaraan. Maka dari itu pastikan Anda telah mengetahui kebutuhan oli kendaraan Anda dengan benar aga tidak terjadi efek lain seperti di bawah ini.

Gesekan mesin mobil yang halus dapat membuat kinerja mobil semakin meningkat dan lebih nyaman untuk dikendarai. Oli yang tidak diganti, dapat menyebabkan tarikan mesin pada kendaraan semakin terasa berat. Alhasil, mesin menjadi membutuhkan sumber tenaga lebih banyak yaitu bensin. Hal ini tentu saja mempengaruhi jumlah konsumsi bahan bakar.

Oli mobil yang sudah lama tidak diganti, otomatis akan bertekstur kental dan kotor. Oli ini dapat merusak komponen yang ada dalam mesin kendaraan. Bagian mesin yang biasanya terkena ialah silinder, piston, dan beberapa komponen mesin lainnya. Oli yang dibiarkan dalam mesin mobil terlalu lama dapat menyebabkan mesin bekerja secara berlebihan. Itulah beberapa risiko telat mengganti oli kendaraan, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *