Transaksi Telkomsel IIMS 2019 Mencapai Rp 3,1 Triliun Menjelang Penutupan

Setelah berhasil digelar selama 9 hari berturut-turut, Gelaran Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 sukses mencatat nilai transaksi senilai Rp 3,1 triliun. Jumlah tersebut bisa dihasilkan dari angka penjualan sepeda motor dan mobil yang ada di pameran. Hal ini diungkapkan oleh Hendra Noor Saleh.

Hendra Noor saleh ini sendiri merupakan Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo pada saat closing ceremony Telkomsel IIMS, tanggal 4 Mei 2019. Angka transaksi yang berhasil dicapai tersebut didapatkan dari hasil penjualan 10.148 unit kendaraan. Yang mana rinciannya ialah 9.134 unit mobil dan 1.014 untuk unit penjualan sepeda motor.

 

Kohen sebut Jumlah Masih Bisa Meningkat

Menurut pria yang akrab disapa dengan Kohen, jumlah tersebut masih bisa terus meningkat apalagi mengingat terdapat transaksi perhari yang masih belum menyetor data hasil penjualan selama IIMS itu berlangsung. Kohen juga mengatakan bahwa mereka mengetahui bahwa penjualan motor biasanya lebih besar dari mobil, masih banyak rekan-rekan dari distributor motor yang belum menyetorkan datanya ke mereka.

Diluar dari jumlah total transaksi penjualan kendaraan, kontribusi lainnya juga datang dari penjualan berbagai macam jenis aksesori atau aftermarket. Dalam kurun waktu 9 hari, total transaksi penjualan aksesori ini mencapai Rp 7,7 miliar. Kohen lanjut menjelaskan, selama pameran jutaan informasi dibagikan mengenai acara melalui digital.  Banyak hal lain juga yang dilakukan via digital.

 

Gelaran Telkomsel Indonesia Motor Show (IIM) Akan Berakhir

Gelaran Telkomsel Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) 2019 akan segera berakhir. Dalam Closing Ceremony yang berlangsung pada 4 Mei 2019, Dyandra Promosindo yang merupakan penyelenggara mengungkapkan bahwa total transaksi selama 9 hari tembus hingga Rp 3,1 triliun. Hendra mengakui bahwa catatan tersebut didapat dari awal pembukaan hingga Jum’at 3 Mei.

Seperti yang telah diungkapkan di atas bahwa kesuksesan diraih juga berkat bantuan industri aftermarket yang digawangi Pahami pada salah satu ajang otomotif yang digelar di Tanah Air. Oleh karena itu, Kohen sangat optimis dengan angka penjualan yang mampu tercatat selama ajang otomotif IIMS 2019 akan menjadi yang paling besar sepanjang sejarah gelaran pameran otomotif tersebut.

 

Dua Faktor Penghambat Hitung Penghasilan Total IIMS

Berdasarkan record terdapat dua faktor yang dapat mempengaruhi, yakni konsumen yang menahan diri untuk tidak membeli kendaraan, harus berdiskusi dengan keluarga dan banyak faktor lainnya. Pada menit akhir, barulah konsumen memutuskan untuk membelinya. Faktor kedua, yakni karena banyak peserta yang masih belum menyetorkan datanya kepada mereka.

Selain Mercedes-Benz dan BMW, ada beberapa agen tunggal pemegang merk (ATPM) besar lain yang masih belum menyetorkan jumlah transaksinya. Mulai dari Honda, DFSK, juga Wuling. Sementara itu, di sisi lain, pada sepeda motor ada beberapa di antaranya seperti Harley Davidson dan Astra Honda Motor (AHM).

Kondisi yang seperti ini membuat jumlah transaksi sepanjang pameran masih belum mencapai final. Dia sangat mengharapkan agar para ATPM segera memberikan datanya sehingga perhitungan transaksi yang asli bisa segera dilihat. Berdasarkan historis, Honda itu memang sering menyerahkan data penjualan. Namun, untuk kali ini mungkin mereka yang membutuhkan verifikasi dulu.

Jika semua ATPM telah masuk, ada kemungkinan besar jumlah dari nilai transaksi akan meningkat bahkan angka Rp 4,2 triliun di 2018 lalu. Belum lagi dengan penjualan motor yang menurut Kohen masih tidak masuk akal karena jumlahnya terlalu kecil dengan penjualan mobil yakni, yakni sebanyak 1.014.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *