Insinyur Apple Telah Meninggalkan Perusahaan

Salah satu insinyur semi-konduktor utama Apple telah meninggalkan perusahaan. Gerard Williams III, Direktur Senior Arsitektur Platform, telah meninggalkan Apple pada bulan lalu setelah sembilan tahun bekerja di perusahaan tersebut, dikatakan oleh sumber terdekat.

 

Mengenai Gerard Williams III

Meskipun tidak terkenal di luar internal Apple maupun publik, Williams sudah memimpin pengembangan setiap inti prosesor Apple dari prosesor A7 64-bit pertama yang digunakan untuk perangkat selulernya, sampai ke A12X, yaitu chip yang telah memperkuat perangkat iPad Pro terbaru milik Apple.

Apple mengatakan bahwa chip terbaru ini membuat iPad lebih cepat dari 92 persen komputer di dunia. Dalam beberapa thaun terakhir, tanggung jawab Williams telah berkembang sampai memimpin desain inti CPU khusus untuk chip Apple untuk mengawasi tata letak berbagai bagian Sistem-on-Chip atau SoC di dalam perangkat seluler Apple.

Ini merupakan sebuah standar bagi perancang chip untuk mengemas lebih banyak fitur, seperti otak CPU pada perangkat, grafik GPU dan memori ke dalam paket fisik yang sama untuk meningkatkan masa pakai baterai dan juga mengurangi ukuran chip.

 

Bagaimana Kepergian Williams Berpengaruh

Williams pergi dari Apple ketika mereka sedang meningkatkan upayanya untuk menciptakan lebih banyak komponen dan sedang merekrut lebih banyak insinyur di seluruh dunia. Apple memang telah merancang chip sendiri sejak awal iPhone. Pada 2010, Apple memperkenalkan chip merk Apple pertama yaitu A4 yang dipergunakan untuk iPad pada tahun itu.

Setiap tahun, semenjak itu, Apple telah merilis prosesor seri-A baru yang memberi daya pada perangkat selulernya dan Apple bahkan diharapkan untuk merancang chip sendiri untuk computer Mac pada awal tahun depan. Strategi ini sangat kontras dengan banyak pembuat ponsel Android, yang mengandalkan prosesor yang dibuat oleh Qualcomm.

Kepergian Williams merupakan sebuah kerugian bagi Apple. Karya milik Williams berkemungkinan besar akan muncul di prosesor Apple masa depan dan beliau terdaftar sebagai penemu di lebih dari 60 paten Apple. Beberapanya berhubungan dengan manajemn daya, kompresi memori, dan teknologi prosesor multicore.

 

Apple Tidak Mau Berkomentar

Keputusan Apple untuk merancang chip sendiri telah memberikannya kontrol lebih besar atas peangkatnya, serta membedakan diri dari para saingannya. Meskipun telah menciptakan otak untuk iPhone dan iPadnya selama bertahun-tahun, belakangan ini mereka telah bergerak untuk mendesain lebih banyak komponennya sendiri.

Ini sudah termasuk chip Bluetooth yang menghubungkan AirPods ke iPhone, serta chip keamanan yang menyimpan sidik jari anda dan data kunci lainnya. Apple dilaporkan sedang mengerjakan prosesor grafis, modern, serta chip manajemen daya.

Beberapa fitur dari chip A-series Apple, yang dipelopori oleh Williams, telah memimpin industri ini dan telah menyebabkan saingan untuk merespon. Setelah Apple memperkenalkan prosesor A7 64-bit untuk perangkat selulernya pada akhir 2013, pelanggan Qualcomm menekan perusahaan untuk melakukan hal yang sama

Ini seperti yang disaksikan Qualcomm selama uji coba antimonopoli Januari terhadap Komisi Perdagangan Federal AS. Qualcomm tidak siap untuk 64 bit dan bergegas untuk merubah prosesornya. Chip yang dihasilkan tidak berkinerja baik dan tidak lepas landas dengan pelanggan, yang merugikan posisi Qualcomm di pasar.

Williams bukan insinyur Apple pertama yang meninggalkan bisnis chip-nya, yang dipimpin oleh Johny Srouji. Dua tahun lalu, arsitek Apple SoC Manu Gulati pergi untuk peran yang sama di Google. Setelah Gulati meninggalkan Apple, Williams mengambil alih perannya mengawasi arsitektur SoC.

Sebelum bergabung dengan Apple pada 2010, Williams selama 12 tahun bekerja di Arm, perusahaan yang desainnya digunakan di hampir semua prosesor seluler. Beliau belum bergabung dengan perusahaan lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *